Peluang di Freelancer Marketplace

October 6th, 2008 § 6

Freelancer Marketplace ( atau kita singkat saja Freelance Market ), adalah website-website yang menjual jasa dengan memfasilitasi proyek-proyek yang dapat dikerjakan secara remote ( dan online ).  Kegunaan utama Freelance Market adalah :

  • Para calon klien/buyer ( orang yang mempunyai proyek dan butuh jasa freelancer ) dapat memasang iklan lowongan kerjaan (project listing).
  • Freelancer dapat membuat proposal dan bid quote (tawaran lelang proyek ) pada project listing yang ada.

  • Menjembatani dan memfasilitasi manajemen proyek.
  • Menangani metoda pembayaran.

Jadi dengan freelance market, para klien dapat memastikan proyek mereka berjalan lancar dan selesai dengan baik. Sementara freelancer mempunyai kepastian bahwa mereka akan dibayar atas pekerjaan yang mereka lakukan ( tentu saja jika bermain sesuai aturan yang ada ).

Alasan Freelancer Online menggunakan Freelance Market

Beberapa alasan kita menggunakan jasa Freelance Market ini  sebagai semacam middle man dengan alasan-alasan sbb :

Lebih mudah menemukan/mendapatkan klien.

Bayangkan Freelance Market sebagai pasar yang menyediakan freelancer, jadi besar kemungkinannya bahwa klien akan menjadikan Freelance Market sebagai pemberhentian pertama kalo mencari jasa freelancer.
Posisikan anda sebagai buyer, misal anda mau memberi handphone, tentu anda akan lebih suka kalau mempunyai banyak pilihan bukan. Jadi alih-alih datang ke toko handphone kecil, banyak orang yang datang ke pusat penjualan handphone. Sama halnya dengan orang-orang yang mencari jasa freelance.

Exposure. Klien juga lebih mudah menemukan anda.

Biasanya selain tempat menampilkan project listing, Freelance Market juga memfasilitasi freelancer dengan profile page, resume, dan portfolio.  Disini anda dapat menuliskan resume, mengupload portfolio, dan juga terdapat track record dari semua proyek yang telah anda kerjakan bersama rating dan komentar dari klien.
Selain posting project, biasanya calon klien juga akan melakukan browsing dan searching dalam mencari freelancer-freelancer yang mempunyai skill dan bakat yang mereka butuhkan. Artinya, profil anda mempunyai lebih banyak peluang untuk dilihat dan dibaca oleh calon klien.

Kepastian

Seperti telah saya tulis sebelumnya bahwa resiko jadi freelancer online adalah tidak dibayar (buyer lari sebelum membayar semua project fee). Dengan menggunakan freelance market anda sebagai freelancer mempunyai kenyamanan dan kepastian bahwa anda akan dibayar atas apa yang anda kerjakan, asalkan anda mengikuti aturan main mereka. Maka dari itu sebaiknya dibaca terlebih dahulu Term Of Service, Agreement, dan Peraturan-peraturan yang dimiliki oleh Freelance Market tempat anda bekerja.
Anda cukup bekerja dengan baik, urusan bayaran nanti Freelancer Market yang akan mengurusnya. Baca detail tentang metoda pembayaran pada bagian help di web yang bersangkutan.

Beberapa Freelance Market yang saya ketahui adalah :

Bagaimana mendapatkan proyek di Freelance Market

Setelah sign up, mendaftar menjadi anggota mereka. Anda kemudian butuh untuk mengisi profile page anda ( workhistory, about , resume, dan portfolio ). Juga jangan lupa masukkan nama dan alamat lengkap dan detail yang lain pada metoda pembayaran.
Kemudian anda dapat memulai bidding pada project listing. Biasanya langkah-langkahnya adalah :

  1. Buka halaman project listing
  2. Filter sesuai skill atau tipe proyek yang anda inginkan (atau anda juga dapat melakukan pencarian melalui fasilitas search )
  3. Baca detail dan deskripsi proyek
  4. Kemudian anda melakukan posting bid ( biasanya berisi cover letter dan estimasi biaya proyek )
  5. Setelah bid anda terpasang, klien akan mereview semua bid yang ada.
  6. Pada Freelance Market tertentu klien akan meng-interview anda.
  7. Kalau anda memenangkan proyek, nanti akan ada notifikasi dari Freelance Market yang bersangkutan. Dan anda dapat mulai bekerja.

Biaya jasa Freelance Market

Keanggotaan dari freelance market yang saya sebutkan tadi adalah gratis, namun anda akan kena charge sekitar 10% dari keseluruhan biaya proyek, jadi pastikan anda juga menyertakan biaya ini dalam perhitungan proyek anda sebelum melakukan bidding. Anda dapat menemukan biaya ini dalam help atau TOS mereka.
Keanggotaan yang gratis biasanya mempunyai banyak batasan, misalnya anda hanya boleh melakukan bid yang terbatas (biasanya antara 5-20 perbulan), atau hanya boleh bidding pada proyek-proyek yang bernilai rendah, hanya boleh melakukan komunikasi via web freelance market dan tidak boleh memberi tahu alamat email, dsb.
Beberapa dari website diatas juga memberikan fasilitas paid membership, misalnya : Elance, Guru, GAF.  Dengan menjadi anggota yang bayar anda mendapatkan potongan per proyek lebih sedikit, dan juga dapat melakukan lebih banyak bid, serta terdapat fasilitas-fasilitas lainnya (misal , profile dan skill anda searchable, anda dapat melakukan komunikasi diluar sistem mereka, etc ).
Kalau anda tidak mau mengambil resiko sebaiknya anda memulai sebagai member yang gratis terlebih dahulu, setelah anda mempunyai track record yang cukup dan mengerti aturan main ( baik yang tertulis maupun tidak ), atau dapat memastikan bahwa anda bisa mendapatkan profit yang lebih baik, baru dipertimbangkan untuk menjadi anggota berbayar.

Bacaan Selanjutnya :

  1. Tips Memilih Pekerjaan di Freelance Market
  2. Workflow Standar di Freelance Market

Persiapan untuk bekerja freelance online

May 17th, 2008 § 4

Setelah blabbering beberapa kalimat yang mungkin membosankan, kita akan mendiskusikan apa yg harus dipersiapkan jika ingin bekerja sebagai online freelancer.

Berikut ini bukan sesuatu yg pasti, ini sekedar dari apa yg pengalamanku saja. Jadi bukan peraturan, dan bukan satu-satunya specs yg mungkin ada.

Nah, yang harus dipersiapkan adalah :

  1. Koneksi Internet
  2. Satu set komputer
  3. Software pendukung
  4. Online resume dan portfolio
  5. Waktu dan tenaga
  6. Bahasa Inggris
  7. Last but not least, definitely, Skill

Yap kira-kira hal-hal itulah yang harus kita persiapkan jika ingin bekerja sebagai online freelancer. Berikut akan aku bahas satu persatu :

Koneksi Internet

Meski sebaiknya anda mempunyai koneksi internet sendiri dirumah, namun dalam skala minimal anda juga dapat menggunakan koneksi internet dari warnet. Jika anda akan menggunakan Freelance Market kebanyakan, maka biasanya biaya dihitung per project. Jadi anda hanya membutuhkan koneksi internet,untuk :

  1. Mengakses Freelance Market (misal : untuk melihat-lihat proyek yang ada).
  2. Interview, atau berdiskusi tentang proyek dengan client. ( terkadang dengan messeger, atau bisa juga menggunakan email)
  3. Mengupload hasil pekerjaan, dan melakukan progress report.
  4. Mengurus pembayaran.

Jadi, pekerjaannya sendiri bisa anda lakukan dirumah lewat komputer anda dan baru ke warnet kalo memang dibutuhkan. Namun metode ini sangat tidak dianjurkan, dikarenakan pada komputer yang dipakai oleh orang banyak rawan terjadi kecolongan : penyebaran virus, pencurian password, dsb.

Komputer Set

Komputer ini boleh Desktop PC, Apple Macintosh, atau apapun, selama bisa mengakomodasi pekerjaan anda. Teman saya ada yang berhasil menjadi Online Freelancer dengan spek sbb : PC P4 2G, Ram 512, dan monitor 14″. Bahkan banyak saya lihat para web designer yang masih memakai Win98, dan Photoshop 7. Asalkan anda bisa melakukan pekerjaan dengan baik maka hal itu sudah cukup.

Software Pendukung

Tentu komputer tidak akan dapat bekerja kecuali anda mempunyai software-software yang dibutuhkan. Ingat, masukkan biaya untuk membeli software legal sebagai element dalam menghitung biaya proyek. Jadi, setelah berhasil mendapatkan beberapa proyek, misal 10-20 proyek, komputer anda berisi software-software pendukung yang legal. Ini seringkali dilupakan. Tidak perlu saya jelaskan pentingnya memakai software legal, it goes without saying.

Online Resume dan Portfolio

Portfolio dan Resume sangat penting dalam freelancing. Dari 2 dokumen inilah para future client anda dapat mengukur dan akhirnya mantap untuk meng-hire anda. Karena kita bekerja secara online, maka sangat penting 2 hal ini dapat diakses secara online.

Biasanya, pada freelance market terdapat halaman untuk anda dapat memposting resume dan online portfoliio. Dan juga anda dapat menggunakan website-website gratis untuk membuat resume dan portfolio. Mungkin akan aku jelaskan hal ini di artikel yang lain.

Waktu dan tenaga

Tentu, kita harus dapat membagi waktu dan tenaga, serta mengalokasikan sebagian dari waktu dan tenaga kita untuk freelancing. Disiplin dan tekun… klise tapi bagaimanapun semua yang ada termasuk kesuksesan dibangun dari rutinitas dan disiplin. Juga, online freelancing bukan skema cara cepat dapet uang dalam semalam. Mungkin akan membutuhkan berminggu-minggu sampai berbulan-bulan untuk mendapatkan project yang kita inginkan. Walaupun saya juga seringkali melihat orang yang berhasil mendapatkan proyek pada hari pertama dia memulai freelancing online. So, sangat tergantung kepada kapasitas, kemampuan, usaha … serta mungkin ‘luck’ kita masing-masing.

Bahasa Inggris

Tentu saja, bahasa inggris adalah yg paling banyak digunakan, bahkan dikomputer yang kita pakai bukan? Anda akan bertemu dengan klien-klien yang terbiasa berbahasa inggris. Saat interview juga pake bahasa inggris lewat email, private messenger (ym, skype, icq, gtalk) , dan bahkan ngobrol ( artinya harus dapat berbahasa inggris tidak hanya tertulis tapi juga lewat dialog, lewat skype atau icq misalnya).

Skill

Tentu saja, this is what its all about. Anda tentu harus punya skill yang bisa ditawarkan. Apakah itu membuat artikel, blogging, moderating forum, membuat web, menginput artikel, melakukan riset secara online, dsb.

Kalau anda belum yakin apakah skill anda bisa dijual apa tidak, silakan googling dahulu. Lihat bagaimana skill anda diimplementasikan dalam dunia professional. Selama skill itu dapat menguntungkan perusahaan atau bisnis, aku kira ada peluang bahwa skill itu bisa dijual. Semua skill.

,,,,,,,

Online Freelancer, Mendefinisikan Diri

May 10th, 2008 § 3

ok, lets start.

Sudah lebih dari 3 tahun ini aku bekerja sebagai freelancer. Dan hampir dua tahun fulll freelancing. Web Desain, lebih tepatnya Web (User) Interface Design. Tidak terlaluu pedulikan kata ini :) , karena sekarang kita ( iya deh gue bukan elo :P ) akan ngobrol lebih ke urusan Freelancing nya, dan tidak akan ngurus Web atau Design atau User-Interface.

Meski sudah lumyan lama bekerja sebagai freelancer, cuman sedikit project2 yg aku kerjain dari klien lokal ( baca : Indonesia ) namun kebanyakan yg aku kerjain adalah freelancing lewat media online. Alasan klasik, duit nya lebih banyak ( well at least potentially ) :D .

Alasan lainnya : waktu, tenaga, dan biaya. Biasanya kalo untuk klien lokal kita bakal butuh kesana kemari, presentasi-presentasi, ngobrol2 nego, atau lobying, etc… yg pada akhirnya akan menambah pengeluaran. Kalo online kita ‘cukup’ pasang portfolio online, mulai main di freelancer market : mulai bid ke project2 dan mulai kontak dengan calon klien. Semua dilakukan dari depan komputer, asal ada koneksi internet dan komputer yang memadai ( notebook/laptop termasuk kategori komputer kan? ) kita bisa kerja.

Well, setelah beberapa saat bekerja sebagai Online Freelancer ( ga tau apakah ini istilah baku, aku cuman bikin2 aja :P ), aku merasa pengen memulai blogging tentang itu. Bukan apa2, bukan alasan patriotik untuk memajukan bangsa, mengentaskan kemisikinan, membuka peluang kerja, etc … bukan itu kok… sekedar ingin membuka wacana bahwa ada potensi-potensi yg luas yg terbuka di Internet. Dan sebagai salah satu professional yg bekerja lewat internet, pengen juga dong seenggaknya profesi ini diakui oleh orang2 banyak.

Jika ingin mendetail tentang aku sila membaca About. Yang akan diisi sesuai berjalannya waktu ( hehe masi males ngelengkapin :P ). Juga dibaca Disclamernya ya :) (disclaimer lagi dibikin :P )

Dan tentu setiap komentar selalu dinantikan, namun kalo tidak langsung di jawab mohon bersabar :) Akan dicoba mengupdate blog ini sesering mungkin tapi mohon pengertiannya kalo cari duit prioritasnya lebih tinggi daripada ngeblog :D

,,,,,,


Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with work at Indonesian Web (User) Interface Designer.