Jul 04
yahyaFreelance business, freelancing, money, online, payment, payoneer, paypal, system, western union
Ok, anda sudah siap bekerja. Sudah punya skill, bisa bahasa inggris, ada koneksi internet dan tentu saja seperangkat komputer. Next question, bagaimana saya dibayar? atau gimana duit nya?

Sebelumnya perlu diperhatikan bahwa setiap layanan ini adalah legal dan tidak main-main. Seperti yang kita ketahui bahwa DUIT adalah hal yang sensitif, jadi kalau mau register dan menggunakannya gunakan Nama yang sebenarnya dan Alamat yang sebenarnya (Alamat yang bisa dibuktikan dengan tanda pengenal, apakah KTP atau SIM, atau yang lainnya.). Perhatikan juga saat apply ke service2 online yang berhubungan dengan pekerjaan freelance online ini, selalu gunakan nama dan alamat yang konsisten, demi untuk menghindari ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Kalau anda akan menggunakan Wire Transfer atau Paypal, atau yang lainnya yang berkaitan dengan akun Bank anda gunakan nama dan alamat yang sama dengan yang tertera pada Akun Bank anda. Kalau akun bank anda tidak sesuai dengan KTP anda yang berlaku segera update data diri anda di Bank anda tersebut. (actually these was goes without saying.)
Ada beberapa cara bagaimana bayaran sampai ketangan kita, (saya list yg paling sering dipakai saja ya) :
- Western Union
- Cek (Dikirim Lewat Pos)
- Paypal
- Transfer
- Prepaid CreditCard ( Ikobo, Payoneer )
Setiap layanan ini mempunyai batasan dan kelebihan sendiri-sendiri, aku sarankan anda mengklik satu persatu link tersebut dan mulai membaca feature dan TOS nya.
1. Hanya bermodal KTP, menggunakan Western Union.
WU, adalah solusi cepat dan paling minimal. Asal anda punya KTP yang valid, anda bisa minta ditransfer menggunakan WU (freelanec market seperti Rentacoder mempunyai pilihan untuk mentransfer hasil kerjaan dengan WU). Setelah sampai, anda dapat mencairkan lewat outlet-outlet WU yang ada (misal lewat bank Mandiri, atau bank BRI .. dan masih banyak outlet WU yang lain).
Namun sebaiknya hanya gunakan WU kalau anda sangat kepepet banget, soalnya feenya besar sekali 8% dari total kiriman.
Prosesnya kurang lebih seperti berikut :
- Minta ditransfer menggunakan WU, (atau kalau anda menggunakan Freelance Market, anda dapat ‘withdraw’ dan memilih WU sebagai payment method). Beritahukan nama dan alamat anda sesuai dengan yang ada di KTP anda yg berlaku.
- Sang pengirim (buyer, freelance market) akan mentransfer uang tsb melalui WU.
- Anda terima email yang berisi :
– Money Transfer Control Number (MTCN)
– Sender 1st & Lastname ( nama depan dan belakang dari pengirim dana tsb, anda mungkin harus memintanya dari klien anda kalo dia lupa mengirimkan ini )
- Anda datang ke salah satu outlet Western Union, membawa KTP.
- Kemudian anda akan diminta untuk mengisi form, termasuk mengisikan nama dan alamat, juga MTCN dan nama pengirim.
Pengiriman lewat WU ini hanya membutuhkan waktu sehari, namun WU men-’charge’ cukup besar untuk sekali transaksi yaitu 8%.
Misal kasusnya biaya kirim di deduksi dari project fee, contoh nya nilai project 500$, yang anda terima adalah 500-8% = 500-40 = 460$. Yap, untuk 500$ biaya yang dikenai sebesar 40$ ( -+ 360rb ). Cukup besar, jadi kalau anda mempunyai alternatif yang lain untuk dapat menerima bayaran maka sebaiknya tidak menggunakan WU.
Sebenarnya dapat pula kita masukkan 8% ini kedalam biaya project, namun bisa jadi anda akan kalah bersaing dengan Freelancer lain yang dapat menawarkan harga yang lebih murah.
Dan kalo ga kita jelaskan ke klien ( dalam kasus kita lsg berhadap2 an dg klien dan bukan lewat freelance market ), bisa jadi klien berasumsi bahwa dia yg menanggung biaya pengiriman ( diluar biaya proyek), dan bisa jadi dia keberatan. Jadi sebaiknya diobrolin secara jelas dengan klien kalau mau menggunakan WU (apakah biaya kirim termasuk ke fee project, atau fifty-fifty, atau gimana jelasnya.)
untuk lebih lengkapnya bisa dicek ke web western union
2. Cek
Cek dikirim melalui post, lama pengiriman tergantung jasa postal yang anda pakai. Bisa berkisar dari 2-3 hari sampai 2-3 minggu. Jasa postal yang dapat dipakai beragam, mulai dari FedEx, sampai Snail Mail (ini yg paling lama). Tentu saja kecepatan dan pemilihan pemakaian jasa postal ini akan berpengaruh ke Cost transfernya. Kalau mau cepat anda bayar sedikit lebih mahal.
Aku belum pernah menggunakan Metode Ini, hanya BananaTalk pernah dapet cek dari Text-Link-Ads, dan kira-kira 1-2 minggu dari jatuh tempo (dengan biaya nol alias gratis)
3. Paypal
Mulai akhir tahun kemarin penduduk Indonesia sudah dapat menerima uang menggunakan Paypal. Beberapa saat yang lalu saya dapat info bahwa kita dapat register ke paypal dengan menggunakan kartu debit dari Bank Niaga (karena bank niaga kartu debitnya berlogo visa electron), namun belakangan sepertinya sudah tidak bisa lagi.
Untuk registrasi paypal anda membutuhkan kartu kredit, atau prepaid creditcard juga bisa (saya menggunakan payoneer waktu registrasi paypal). Kalo ga salah inget untuk registrasi biayanya sekitar 2$an, tapi ini sekedar buat verifikasi saja nanti dikembalikan.
Dengan paypal kita cukup memberi tahukan alamat email kita (yg sudah diregistrasikan ke paypal, kalogasalah bisa sampai 5 alamat email). Nanti kita akan terima notifikasi via email kalo sudah ada transferan yang masuk.
Enaknya paypal adalah banyak web2 commerce yg support metode pembayaran ini, jadi kita bisa enak belanja disana. Dan sejak akhir tahun lalu dari paypal juga uang bisa ditarik ke bank kita di Indonesia.
Selengkapnya sila ke paypal
4. Transfer
Maksudnya ini adalah transfer antar bank.
Yang harus kita siapkan dan kita informasikan ke client adalah :
- Nama
- Nama Bank
- Nama Cabang
- No Rekening
- Swift Code Bank kita
Fee untuk pengiriman aku gak tahu karena belum pernah pake metode ini.
5. Prepaid CreditCard
Prepaid credit card yg saya tahu ada 2 yg sering dipakai yaitu :
Prepaid creditcard ini gampangnya semacam debitcard tapi ada labelnya mastercard atau visa. Dan dengan itu anda bisa mengambil uang, belanja, atau melakukan transaksi online dimana sang penyedia kartu (mastercard, atau visa) disupport oleh web yang bersangkutan. Tapi ingat ini debit card, jadi kalau tidak ada isinya ya ga bisa buat belanja
( kalau anda anggota dari kartu ybs anda bisa login ke web ybs utk ngecek info akun )
Mula-mulanya seperti ini, misalkan anda belum punya kartu prepaid ini. Anda nanti informasikan ke klien anda mau pake yang mana Payoneer atau Ikobo. Nanti client anda akan ke web yg bersangkutan kemudian melakukan pengiriman uang (biasanya mereka pake kartu kredit), setelah klien anda melakukan pengiriman uang nanti kartu akan dikirimkan ke anda.
Kalau sudah punya kartunya atau sudah menjadi member, anda cukup memberikan alamat email yg dipakai sbg user disitus ybs.
Jadi, anda harus memberikan Nama dan Alamat yang lengkap kepada klien anda sebelum anda meminta dia untuk mengirim uang.
Ada pula beberapa Freelance market yang sudah bekerja sama dengan penyedia layanan prepaid cc ini.Misalnya :Odesk dan Elance. Di odesk atau elance anda dapat memilih untuk mendapatkan bayaran melalui Payoneer. Setelah anda dapat bayaran utk yg pertama kalinya anda akan dikirmkan kartu payoneer ke alamat anda.
—–
Sebenarnya ada beberapa lagi metoda pembayaran yang lain spt moneybooker, juga e-gold. Namun saya tidak pernah memakai metode2 tsb dan kurang mengerti info2 mengenainya. Kalau mau silakan membacanya disini :
money,payment,system,business,online,paypal,payoneer,western union,feelancing
Jun 06
yahyaFreelance freelance, galeri, online, pekerjaan, portfolio, presence, resume

Identitas, kira-kira seperti itulah. Kalau di dunia nyata kita mempunyai KTP atau kartu identitas lainnya, sebagai freelancer (terutama Online Freelancer), kita juga harus mempunyai Identitas Online.
Email saja tentu tidak cukup. Email akan berfungsi sebagai media komunikasi anda dengan klien. Yang lebih jelas lagi, (calon) klien perlu mempunyai referensi dan info tentang anda. Yang pada akhirnya dapat membuat mereka yakin/mantap untuk menggunakan jasa anda sebagai Freelancer. Untuk itu setiap Online Freelancer harus mempunyai apa yang disebut Online Presence ( ‘keberadaan/kehadiran’ online ).
Online Presence
Ini dapat berbentuk apa saja, mulai sekedar profil anda di Friendster, atau Facebook (atau multiply atau myspace, etc ), sampai ke sebuah web personal. Namun, tentu profil Friendster atau Facebook tidak terlalu convincing untuk dipakai sebagai profil dalam bidang profesional. Jadi anda akan membutuhkan presence yang lebih menjual, lebih professional, dan lebih meyakinkan. Anda dapat mencari layanan gratis yang memungkinkan anda untuk memajang profil anda secara online, atau-pun kalau anda cukup serius dan dapat menyisihkan budget untuk hal ini anda dapat membangun web personal yang berisi profile anda sebagai profesional online freelancer.
Sebenarnya anda dapat dan boleh mengisi profil anda dengan apa saja, asal tidak melanggar kode etik dan hukum. Namun, dalam dunia profesional berikut adalah yang diharapkan ada pada online presence anda : resume dan atau portfolio.
Resume
Gampangnya, Resume adalah daftar singkat riwayat anda sebagai profesional. Resume yang baik akan berisi tentang :
- Profil pribadi : nama lengkap dan kontak ( menuruku anda tidak perlu mengisi tempat tanggal lahir, warna kesukaan, dsb .. tapi kalo mau diisi ya gapapa sih.. cuman ga tau bakal di perhatikan apa gak.)
- Riwayat singkat tentang pendidikan ( formal maupun informal ). Sebaiknya dibatasi hanya cantumkan pendidikan yang berkaitan dengan pekerjaan anda. Jadi SD, SMP, SMA tidak perlu ditulis. Kecuali jika anda adalah ahli madya (diploma) dan atau berasal dari Sekolah Kejuruan .. ini dapat dicantumkan. Juga tentang pendidikan informal, anda bisa saja menuliskan semua seminar yang anda ikuti tapi menurutku sebaiknya yang singkat saja, cantumkan yang anda anggap penting dan ‘menjual’ saja. Tidak perlu semuanya, ditakutkan malah akan membuat bingung dan menjadi membosankan.
- Pengalaman Kerja. Sebenarnya ini yang paling penting. Anda pernah bekerja dengan siapa dan apa peran anda. Serta jangan ragu mencantumkan prestasi-prestasi yang anda capai dalam pekerjaan berikut. Juga kalau ada komentar/testimoni dari manajer team sangat membantu (apalagi kalo manajer team anda yang dulu itu mau untuk memberikan rekomendasi/referensi)
Salah satu website yg menyediakan layanan resume adalah LinkedIn. Setelah mendaftar anda akan mempunyai sebuah profile dan resume yang dapat diakses secara online. Kemudian dengan profile anda tsb anda bisa membuat network orang-orang yang pernah bekerja dengan anda. Mendapatkan referensi, rekomendasi, dan endorsement. Jadi kalau ada pengguna LinkedIn yang sedang mencari professional dan melakukan search-ing lewat linkedin, dia akan dapat melihat resume anda, dan kalau resume anda cukup bagus, sangat mungkin anda akan dikontak ditawari pekerjaan.
Resume VS Curriculum Vitae
Resume berbeda dengan CV (Curriculum Vitae), sejauh yg saya tahu CV digunakan kalau anda mau apply atau mendaftar ke pendidikan yang lebih lanjut. CV akan berisi dan menekankan riwayat hidup akademik. Pada CV anda dapat mengisikan secara lengkap riwayat pendidikan anda dan segala aktifitas atau prestasi yang berurusan dengan pendidikan anda, dsb.
Sedangkan resume lebih berfungsi untuk ‘menjual’ anda sebagai seorang profesional. So, anda harus berfikir kira-kira apa yang ingin diketahui oleh calon customer/klien anda sehingga dia mantap untuk mempekerjakan anda.
Portfolio
Beda resume, beda CV, beda pula portfolio. Dan portfolio yang kita bicarakan disini BUKAN istilah portofolio yang dipakai di dunia saham.
Portfolio yang saya maksudkan adalah lembar atau halaman web yang berisi hasil pekerjaan yang terbaik yang pernah anda kerjakan. Dalam kasus web design, anda dapat menampilkan karya-karya terbaik anda dalam mendesain web. Hasil kerjaan yang mendapatkan komentar bagus dan acungan jempol dari manajer tim atau klien anda.
Jadi sebaiknya dibatasi jumlahnya, calon klien anda tidak akan punya banyak waktu untuk melihat semua hasil kerja anda yg telah lalu. Hanya pilih best of the best, dari karya-karya anda. Sertakan komentar dari klien atau tim leader waktu itu, yang kira-kira bisa mendongkrak kepercayaan klien anda akan kemampuan yang anda miliki.
Jika anda tidak punya web personal, anda dapat menggunakan beberapa web yang menyediakan online portfolio secara gratis. Antara lain :
- CarbonMade (khusus dipakai oleh desainer dan artist ( web, graphic, illustrator)). Contoh jadi dari portfolio yang di host di carbon made adalah portfolioku WEB 317th | Web (User) Interface Wercx
- Issuu . Ini web baru saya belum sempat mencobanya, silakan dicoba sendiri
Ada banyak lagi yang lain silakan dicoba search di google.
Profile di Freelance Market
Biasanya saat anda mendaftarkan diri ke freelance market, terdapat fasilitas dimana anda dapat mengisikan profil, resume, dan portfolio anda. Namun ini biasanya cukup terbatas. Tentang ini akan aku bahas nanti saat ngobrolin tentang freelance market.
Membuat Website Personal
Keuntungan membuat website personal adalah anda dapat mengontrol sendiri apa yang akan anda tampilkan, juga tidak ada batasan berapa karya yang dapat anda tampilkan. Juga website tersebut dapat menjadi salah satu karakter dan ciri khas anda, membuat brand image yang dapat selalu diingat oleh calon klien anda. Juga paling berkesan sebagai profesional. Dengan mempunyai web sendiri (apalagi kalo anda freelance dalam bidang web atau web design) calon klien akan mempunyai kesan bahwa anda serius dan profesional dalam bidang kerja anda.
Tentu saja hal tersebut harus dibayar dengan : harga hosting dan domain, juga waktu dan tenaga yg harus anda sisihkan untuk membuat dan maintenance web tsb.
Server lokal VS Server luar negeri
Ada banyak perbedaan dari sever lokal dan server luar negeri, namun yang penting adalah sbb :
- Kecepatan Akses Klien. Kebanyakan server lokal lambat jika diakses dari luar negeri. Aku dulu pernah disindir sama klien bahwa webku sangat lambat sekali
(padahal dijadiin dev server… -_-! ) . Kalo target klien anda kebanyakan dari luar negeri sebaiknya anda menggunakan server luar negeri.
- Kecepatan Akses. Akses dari komputer anda sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda antara server luar dg server lokal, tapi memang sih sering kejadian salah satu ISP yg paling banyak digunakan di Indonesia seringkali dudut kalo ngakses server luar.
- Harga. Server lokal lebih mahal. Silakan dibandingkan, bandingkan harga dg fitur (kapasitas HDD, bandwith, etc) antara server lokal dg server luar anda akan mendapati bahwa server lokal (yg termurah sekalipun) kalah murah dg server luar negeri. Yang saya maksudkan disini bukan anda menggunakan perusahaan lokal yang mempunyai lokasi server diluar, namun anda langsung register ke perusahaan hosting di luar negeri.
- Jika terdapat regional disaster, kayak waktu gempa di laut cina selatan kemaren, koneksi ke server luar praktis terputus, dan baru sambung lagi selang bbrp hari/minggu. Jadi jika klien anda kebanyakan dari lokal sebaiknya anda pake server lokal.
- Support. kalau ada apa-apa anda dengan mudah bisa menelpon ke penyedia server lokal, namun kalo server luar mahal banget deh kalo harus telp. Kalo server luar kita biasanya pake email, atau ada semacan ticketing system, atau malah kadang ada Live Online Support (macem chatting gitu). Makanya kalo mau pake server luar response support ini menjadi salah satu element yg krusial.
Untuk dapat register ke server luar anda minimal harus punya Kartu Kredit atau akun Paypal. Atau kalo mau sedikit repot anda juga bisa transfer atau kirim cek namun saya tidak tau biaya tambahan dari model transaksi tsb brp.
So, mau server lokal atau luar sebaiknya ditimbang-timbang terlebih dahulu dengan baik
portfolio,online,presence,resume,pekerjaan,galeri,freelance
May 17
yahyaFreelance bekerja, freelance, freelancer, kerja, online, profesi, start, work
Setelah blabbering beberapa kalimat yang mungkin membosankan, kita akan mendiskusikan apa yg harus dipersiapkan jika ingin bekerja sebagai online freelancer.
Berikut ini bukan sesuatu yg pasti, ini sekedar dari apa yg pengalamanku saja. Jadi bukan peraturan, dan bukan satu-satunya specs yg mungkin ada.
Nah, yang harus dipersiapkan adalah :
- Koneksi Internet
- Satu set komputer
- Software pendukung
- Online resume dan portfolio
- Waktu dan tenaga
- Bahasa Inggris
- Last but not least, definitely, Skill
Yap kira-kira hal-hal itulah yang harus kita persiapkan jika ingin bekerja sebagai online freelancer. Berikut akan aku bahas satu persatu :
Koneksi Internet
Meski sebaiknya anda mempunyai koneksi internet sendiri dirumah, namun dalam skala minimal anda juga dapat menggunakan koneksi internet dari warnet. Jika anda akan menggunakan Freelance Market kebanyakan, maka biasanya biaya dihitung per project. Jadi anda hanya membutuhkan koneksi internet,untuk :
- Mengakses Freelance Market (misal : untuk melihat-lihat proyek yang ada).
- Interview, atau berdiskusi tentang proyek dengan client. ( terkadang dengan messeger, atau bisa juga menggunakan email)
- Mengupload hasil pekerjaan, dan melakukan progress report.
- Mengurus pembayaran.
Jadi, pekerjaannya sendiri bisa anda lakukan dirumah lewat komputer anda dan baru ke warnet kalo memang dibutuhkan. Namun metode ini sangat tidak dianjurkan, dikarenakan pada komputer yang dipakai oleh orang banyak rawan terjadi kecolongan : penyebaran virus, pencurian password, dsb.
Komputer Set
Komputer ini boleh Desktop PC, Apple Macintosh, atau apapun, selama bisa mengakomodasi pekerjaan anda. Teman saya ada yang berhasil menjadi Online Freelancer dengan spek sbb : PC P4 2G, Ram 512, dan monitor 14″. Bahkan banyak saya lihat para web designer yang masih memakai Win98, dan Photoshop 7. Asalkan anda bisa melakukan pekerjaan dengan baik maka hal itu sudah cukup.
Software Pendukung
Tentu komputer tidak akan dapat bekerja kecuali anda mempunyai software-software yang dibutuhkan. Ingat, masukkan biaya untuk membeli software legal sebagai element dalam menghitung biaya proyek. Jadi, setelah berhasil mendapatkan beberapa proyek, misal 10-20 proyek, komputer anda berisi software-software pendukung yang legal. Ini seringkali dilupakan. Tidak perlu saya jelaskan pentingnya memakai software legal, it goes without saying.
Online Resume dan Portfolio
Portfolio dan Resume sangat penting dalam freelancing. Dari 2 dokumen inilah para future client anda dapat mengukur dan akhirnya mantap untuk meng-hire anda. Karena kita bekerja secara online, maka sangat penting 2 hal ini dapat diakses secara online.
Biasanya, pada freelance market terdapat halaman untuk anda dapat memposting resume dan online portfoliio. Dan juga anda dapat menggunakan website-website gratis untuk membuat resume dan portfolio. Mungkin akan aku jelaskan hal ini di artikel yang lain.
Waktu dan tenaga
Tentu, kita harus dapat membagi waktu dan tenaga, serta mengalokasikan sebagian dari waktu dan tenaga kita untuk freelancing. Disiplin dan tekun… klise tapi bagaimanapun semua yang ada termasuk kesuksesan dibangun dari rutinitas dan disiplin. Juga, online freelancing bukan skema cara cepat dapet uang dalam semalam. Mungkin akan membutuhkan berminggu-minggu sampai berbulan-bulan untuk mendapatkan project yang kita inginkan. Walaupun saya juga seringkali melihat orang yang berhasil mendapatkan proyek pada hari pertama dia memulai freelancing online. So, sangat tergantung kepada kapasitas, kemampuan, usaha … serta mungkin ‘luck’ kita masing-masing.
Bahasa Inggris
Tentu saja, bahasa inggris adalah yg paling banyak digunakan, bahkan dikomputer yang kita pakai bukan? Anda akan bertemu dengan klien-klien yang terbiasa berbahasa inggris. Saat interview juga pake bahasa inggris lewat email, private messenger (ym, skype, icq, gtalk) , dan bahkan ngobrol ( artinya harus dapat berbahasa inggris tidak hanya tertulis tapi juga lewat dialog, lewat skype atau icq misalnya).
Skill
Tentu saja, this is what its all about. Anda tentu harus punya skill yang bisa ditawarkan. Apakah itu membuat artikel, blogging, moderating forum, membuat web, menginput artikel, melakukan riset secara online, dsb.
Kalau anda belum yakin apakah skill anda bisa dijual apa tidak, silakan googling dahulu. Lihat bagaimana skill anda diimplementasikan dalam dunia professional. Selama skill itu dapat menguntungkan perusahaan atau bisnis, aku kira ada peluang bahwa skill itu bisa dijual. Semua skill.
online,freelancer,freelance,start,work,kerja,bekerja,profesi
May 10
yahyaFreelance bekerja, freelance, freelancer, kerja, online, profesi, start, work
ok, lets start.
Sudah lebih dari 3 tahun ini aku bekerja sebagai freelancer. Dan hampir dua tahun fulll freelancing. Web Desain, lebih tepatnya Web (User) Interface Design. Tidak terlaluu pedulikan kata ini
, karena sekarang kita ( iya deh gue bukan elo
) akan ngobrol lebih ke urusan Freelancing nya, dan tidak akan ngurus Web atau Design atau User-Interface.
Meski sudah lumyan lama bekerja sebagai freelancer, cuman sedikit project2 yg aku kerjain dari klien lokal ( baca : Indonesia ) namun kebanyakan yg aku kerjain adalah freelancing lewat media online. Alasan klasik, duit nya lebih banyak ( well at least potentially )
.
Alasan lainnya : waktu, tenaga, dan biaya. Biasanya kalo untuk klien lokal kita bakal butuh kesana kemari, presentasi-presentasi, ngobrol2 nego, atau lobying, etc… yg pada akhirnya akan menambah pengeluaran. Kalo online kita ‘cukup’ pasang portfolio online, mulai main di freelancer market : mulai bid ke project2 dan mulai kontak dengan calon klien. Semua dilakukan dari depan komputer, asal ada koneksi internet dan komputer yang memadai ( notebook/laptop termasuk kategori komputer kan? ) kita bisa kerja.
Well, setelah beberapa saat bekerja sebagai Online Freelancer ( ga tau apakah ini istilah baku, aku cuman bikin2 aja
), aku merasa pengen memulai blogging tentang itu. Bukan apa2, bukan alasan patriotik untuk memajukan bangsa, mengentaskan kemisikinan, membuka peluang kerja, etc … bukan itu kok… sekedar ingin membuka wacana bahwa ada potensi-potensi yg luas yg terbuka di Internet. Dan sebagai salah satu professional yg bekerja lewat internet, pengen juga dong seenggaknya profesi ini diakui oleh orang2 banyak.
Jika ingin mendetail tentang aku sila membaca About. Yang akan diisi sesuai berjalannya waktu ( hehe masi males ngelengkapin
). Juga dibaca Disclamernya ya
(disclaimer lagi dibikin
)
Dan tentu setiap komentar selalu dinantikan, namun kalo tidak langsung di jawab mohon bersabar
Akan dicoba mengupdate blog ini sesering mungkin tapi mohon pengertiannya kalo cari duit prioritasnya lebih tinggi daripada ngeblog
freelancer,indonesia,freelance,web,design,web design,desain