Online Presence, Portfolio, dan Resume

June 6th, 2008 § 2


Identitas, kira-kira seperti itulah. Kalau di dunia nyata kita mempunyai KTP atau kartu identitas lainnya, sebagai freelancer (terutama Online Freelancer), kita juga harus mempunyai Identitas Online.

Email saja tentu tidak cukup. Email akan berfungsi sebagai media komunikasi anda dengan klien. Yang lebih jelas lagi, (calon) klien perlu mempunyai referensi dan info tentang anda. Yang pada akhirnya dapat membuat mereka yakin/mantap untuk menggunakan jasa anda sebagai Freelancer. Untuk itu setiap Online Freelancer harus mempunyai apa yang disebut Online Presence ( ‘keberadaan/kehadiran’ online ).

Online Presence

Ini dapat berbentuk apa saja, mulai sekedar profil anda di Friendster, atau Facebook (atau multiply atau myspace, etc ), sampai ke sebuah web personal. Namun, tentu profil Friendster atau Facebook tidak terlalu convincing untuk dipakai sebagai profil dalam bidang profesional. Jadi anda akan membutuhkan presence yang lebih menjual, lebih professional, dan lebih meyakinkan. Anda dapat mencari layanan gratis yang memungkinkan anda untuk memajang profil anda secara online, atau-pun kalau anda cukup serius dan dapat menyisihkan budget untuk hal ini anda dapat membangun web personal yang berisi profile anda sebagai profesional online freelancer.

Sebenarnya anda dapat dan boleh mengisi profil anda dengan apa saja, asal tidak melanggar kode etik dan hukum. Namun, dalam dunia profesional berikut adalah yang diharapkan ada pada online presence anda : resume dan atau portfolio.

Resume

Gampangnya, Resume adalah daftar singkat riwayat anda sebagai profesional. Resume yang baik akan berisi tentang :

  1. Profil pribadi : nama lengkap dan kontak ( menuruku anda tidak perlu mengisi tempat tanggal lahir, warna kesukaan, dsb .. tapi kalo mau diisi ya gapapa sih.. cuman ga tau bakal di perhatikan apa gak.)
  2. Riwayat singkat tentang pendidikan ( formal maupun informal ). Sebaiknya dibatasi hanya cantumkan pendidikan yang berkaitan dengan pekerjaan anda. Jadi SD, SMP, SMA tidak perlu ditulis. Kecuali jika anda adalah ahli madya (diploma) dan atau berasal dari Sekolah Kejuruan .. ini dapat dicantumkan. Juga tentang pendidikan informal, anda bisa saja menuliskan semua seminar yang anda ikuti tapi menurutku sebaiknya yang singkat saja, cantumkan yang anda anggap penting dan ‘menjual’ saja. Tidak perlu semuanya, ditakutkan malah akan membuat bingung dan menjadi membosankan.
  3. Pengalaman Kerja. Sebenarnya ini yang paling penting. Anda pernah bekerja dengan siapa dan apa peran anda. Serta jangan ragu mencantumkan prestasi-prestasi yang anda capai dalam pekerjaan berikut. Juga kalau ada komentar/testimoni dari manajer team sangat membantu (apalagi kalo manajer team anda yang dulu itu mau untuk memberikan rekomendasi/referensi)

Salah satu website yg menyediakan layanan resume adalah LinkedIn. Setelah mendaftar anda akan mempunyai sebuah profile dan resume yang dapat diakses secara online. Kemudian dengan profile anda tsb anda bisa membuat network orang-orang yang pernah bekerja dengan anda. Mendapatkan referensi, rekomendasi, dan endorsement. Jadi kalau ada pengguna LinkedIn yang sedang mencari professional dan melakukan search-ing lewat linkedin, dia akan dapat melihat resume anda, dan kalau resume anda cukup bagus, sangat mungkin anda akan dikontak ditawari pekerjaan.

Resume VS Curriculum Vitae

Resume berbeda dengan CV (Curriculum Vitae), sejauh yg saya tahu CV digunakan kalau anda mau apply atau mendaftar ke pendidikan yang lebih lanjut. CV akan berisi dan menekankan riwayat hidup akademik. Pada CV anda dapat mengisikan secara lengkap riwayat pendidikan anda dan segala aktifitas atau prestasi yang berurusan dengan pendidikan anda, dsb.

Sedangkan resume lebih berfungsi untuk ‘menjual’ anda sebagai seorang profesional. So, anda harus berfikir kira-kira apa yang ingin diketahui oleh calon customer/klien anda sehingga dia mantap untuk mempekerjakan anda.

Portfolio

Beda resume, beda CV, beda pula portfolio. Dan portfolio yang kita bicarakan disini BUKAN istilah portofolio yang dipakai di dunia saham.

Portfolio yang saya maksudkan adalah lembar atau halaman web yang berisi hasil pekerjaan yang terbaik yang pernah anda kerjakan. Dalam kasus web design, anda dapat menampilkan karya-karya terbaik anda dalam mendesain web. Hasil kerjaan yang mendapatkan komentar bagus dan acungan jempol dari manajer tim atau klien anda.

Jadi sebaiknya dibatasi jumlahnya, calon klien anda tidak akan punya banyak waktu untuk melihat semua hasil kerja anda yg telah lalu. Hanya pilih best of the best, dari karya-karya anda. Sertakan komentar dari klien atau tim leader waktu itu, yang kira-kira bisa mendongkrak kepercayaan klien anda akan kemampuan yang anda miliki.

Jika anda tidak punya web personal, anda dapat menggunakan beberapa web yang menyediakan online portfolio secara gratis. Antara lain :

  1. CarbonMade (khusus dipakai oleh desainer dan artist ( web, graphic, illustrator)). Contoh jadi dari portfolio yang di host di carbon made adalah portfolioku WEB 317th | Web (User) Interface Wercx :)
  2. Issuu . Ini web baru saya belum sempat mencobanya, silakan dicoba sendiri ;)

Ada banyak lagi yang lain silakan dicoba search di google.

Profile di Freelance Market

Biasanya saat anda mendaftarkan diri ke freelance market, terdapat fasilitas dimana anda dapat mengisikan profil, resume, dan portfolio anda. Namun ini biasanya cukup terbatas. Tentang ini akan aku bahas nanti saat ngobrolin tentang freelance market.

Membuat Website Personal

Keuntungan membuat website personal adalah anda dapat mengontrol sendiri apa yang akan anda tampilkan, juga tidak ada batasan berapa karya yang dapat anda tampilkan. Juga website tersebut dapat menjadi salah satu karakter dan ciri khas anda, membuat brand image yang dapat selalu diingat oleh calon klien anda. Juga paling berkesan sebagai profesional. Dengan mempunyai web sendiri (apalagi kalo anda freelance dalam bidang web atau web design) calon klien akan mempunyai kesan bahwa anda serius dan profesional dalam bidang kerja anda.

Tentu saja hal tersebut harus dibayar dengan : harga hosting dan domain, juga waktu dan tenaga yg harus anda sisihkan untuk membuat dan maintenance web tsb.

Server lokal VS Server luar negeri

Ada banyak perbedaan dari sever lokal dan server luar negeri, namun yang penting adalah sbb :

  • Kecepatan Akses Klien. Kebanyakan server lokal lambat jika diakses dari luar negeri. Aku dulu pernah disindir sama klien bahwa webku sangat lambat sekali :P (padahal dijadiin dev server… -_-! ) . Kalo target klien anda kebanyakan dari luar negeri sebaiknya anda menggunakan server luar negeri.
  • Kecepatan Akses. Akses dari komputer anda sebenarnya tidak terlalu jauh berbeda antara server luar dg server lokal, tapi memang sih sering kejadian salah satu ISP yg paling banyak digunakan di Indonesia seringkali dudut kalo ngakses server luar.
  • Harga. Server lokal lebih mahal. Silakan dibandingkan, bandingkan harga dg fitur (kapasitas HDD, bandwith, etc) antara server lokal dg server luar anda akan mendapati bahwa server lokal (yg termurah sekalipun) kalah murah dg server luar negeri. Yang saya maksudkan disini bukan anda menggunakan perusahaan lokal yang mempunyai lokasi server diluar, namun anda langsung register ke perusahaan hosting di luar negeri.
  • Jika terdapat regional disaster, kayak waktu gempa di laut cina selatan kemaren, koneksi ke server luar praktis terputus, dan baru sambung lagi selang bbrp hari/minggu. Jadi jika klien anda kebanyakan dari lokal sebaiknya anda pake server lokal.
  • Support. kalau ada apa-apa anda dengan mudah bisa menelpon ke penyedia server lokal, namun kalo server luar mahal banget deh kalo harus telp. Kalo server luar kita biasanya pake email, atau ada semacan ticketing system, atau malah kadang ada Live Online Support (macem chatting gitu). Makanya kalo mau pake server luar response support ini menjadi salah satu element yg krusial.

Untuk dapat register ke server luar anda minimal harus punya Kartu Kredit atau akun Paypal. Atau kalo mau sedikit repot anda juga bisa transfer atau kirim cek namun saya tidak tau biaya tambahan dari model transaksi tsb brp.

So, mau server lokal atau luar sebaiknya ditimbang-timbang terlebih dahulu dengan baik :)

,,,,,,

Persiapan untuk bekerja freelance online

May 17th, 2008 § 4

Setelah blabbering beberapa kalimat yang mungkin membosankan, kita akan mendiskusikan apa yg harus dipersiapkan jika ingin bekerja sebagai online freelancer.

Berikut ini bukan sesuatu yg pasti, ini sekedar dari apa yg pengalamanku saja. Jadi bukan peraturan, dan bukan satu-satunya specs yg mungkin ada.

Nah, yang harus dipersiapkan adalah :

  1. Koneksi Internet
  2. Satu set komputer
  3. Software pendukung
  4. Online resume dan portfolio
  5. Waktu dan tenaga
  6. Bahasa Inggris
  7. Last but not least, definitely, Skill

Yap kira-kira hal-hal itulah yang harus kita persiapkan jika ingin bekerja sebagai online freelancer. Berikut akan aku bahas satu persatu :

Koneksi Internet

Meski sebaiknya anda mempunyai koneksi internet sendiri dirumah, namun dalam skala minimal anda juga dapat menggunakan koneksi internet dari warnet. Jika anda akan menggunakan Freelance Market kebanyakan, maka biasanya biaya dihitung per project. Jadi anda hanya membutuhkan koneksi internet,untuk :

  1. Mengakses Freelance Market (misal : untuk melihat-lihat proyek yang ada).
  2. Interview, atau berdiskusi tentang proyek dengan client. ( terkadang dengan messeger, atau bisa juga menggunakan email)
  3. Mengupload hasil pekerjaan, dan melakukan progress report.
  4. Mengurus pembayaran.

Jadi, pekerjaannya sendiri bisa anda lakukan dirumah lewat komputer anda dan baru ke warnet kalo memang dibutuhkan. Namun metode ini sangat tidak dianjurkan, dikarenakan pada komputer yang dipakai oleh orang banyak rawan terjadi kecolongan : penyebaran virus, pencurian password, dsb.

Komputer Set

Komputer ini boleh Desktop PC, Apple Macintosh, atau apapun, selama bisa mengakomodasi pekerjaan anda. Teman saya ada yang berhasil menjadi Online Freelancer dengan spek sbb : PC P4 2G, Ram 512, dan monitor 14″. Bahkan banyak saya lihat para web designer yang masih memakai Win98, dan Photoshop 7. Asalkan anda bisa melakukan pekerjaan dengan baik maka hal itu sudah cukup.

Software Pendukung

Tentu komputer tidak akan dapat bekerja kecuali anda mempunyai software-software yang dibutuhkan. Ingat, masukkan biaya untuk membeli software legal sebagai element dalam menghitung biaya proyek. Jadi, setelah berhasil mendapatkan beberapa proyek, misal 10-20 proyek, komputer anda berisi software-software pendukung yang legal. Ini seringkali dilupakan. Tidak perlu saya jelaskan pentingnya memakai software legal, it goes without saying.

Online Resume dan Portfolio

Portfolio dan Resume sangat penting dalam freelancing. Dari 2 dokumen inilah para future client anda dapat mengukur dan akhirnya mantap untuk meng-hire anda. Karena kita bekerja secara online, maka sangat penting 2 hal ini dapat diakses secara online.

Biasanya, pada freelance market terdapat halaman untuk anda dapat memposting resume dan online portfoliio. Dan juga anda dapat menggunakan website-website gratis untuk membuat resume dan portfolio. Mungkin akan aku jelaskan hal ini di artikel yang lain.

Waktu dan tenaga

Tentu, kita harus dapat membagi waktu dan tenaga, serta mengalokasikan sebagian dari waktu dan tenaga kita untuk freelancing. Disiplin dan tekun… klise tapi bagaimanapun semua yang ada termasuk kesuksesan dibangun dari rutinitas dan disiplin. Juga, online freelancing bukan skema cara cepat dapet uang dalam semalam. Mungkin akan membutuhkan berminggu-minggu sampai berbulan-bulan untuk mendapatkan project yang kita inginkan. Walaupun saya juga seringkali melihat orang yang berhasil mendapatkan proyek pada hari pertama dia memulai freelancing online. So, sangat tergantung kepada kapasitas, kemampuan, usaha … serta mungkin ‘luck’ kita masing-masing.

Bahasa Inggris

Tentu saja, bahasa inggris adalah yg paling banyak digunakan, bahkan dikomputer yang kita pakai bukan? Anda akan bertemu dengan klien-klien yang terbiasa berbahasa inggris. Saat interview juga pake bahasa inggris lewat email, private messenger (ym, skype, icq, gtalk) , dan bahkan ngobrol ( artinya harus dapat berbahasa inggris tidak hanya tertulis tapi juga lewat dialog, lewat skype atau icq misalnya).

Skill

Tentu saja, this is what its all about. Anda tentu harus punya skill yang bisa ditawarkan. Apakah itu membuat artikel, blogging, moderating forum, membuat web, menginput artikel, melakukan riset secara online, dsb.

Kalau anda belum yakin apakah skill anda bisa dijual apa tidak, silakan googling dahulu. Lihat bagaimana skill anda diimplementasikan dalam dunia professional. Selama skill itu dapat menguntungkan perusahaan atau bisnis, aku kira ada peluang bahwa skill itu bisa dijual. Semua skill.

,,,,,,,

Online Freelance Peluang dan Resiko

May 15th, 2008 § 1

Teknologi boleh bertambah, kebudayaan terus berkembang, komputer, internet, email, website, etc dsb. Tapi bagaimanapun dibelakang itu ada manusia yg menjadi kompor, mesin, sekaligus bahan bakarnya.

Kalo kita lihat banyak sekali pekerjaan yg mesti diselesaikan, dan banyak pula yg orang bersedia menyewa/membayar tenaga ahli (atau setidaknya kompeten) untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Di lokal atau dalam negeri pun kolom iklan lowongan pekerjaan selalu tersedia.

Artinya, dengan semakin terjangkaunya internet kita bisa merambah area yang lebih luas. Lebih banyak pekerjaan yang bisa kita kerjakan, lebih banyak kesempatan untuk bertemu dengan orang yang membutuhkan kemampuan/skill kita.

Online Freelancing, bisa berkisar dari pekerjaan yang hanya butuh ketekunan dan tenaga seperti : ngetik ( content development, copywriting, email creation, data input, etc), atau browsing ( riset dan pengumpulan data lewat internet ), atau pekerjaan yg butuh otak saja ( copywriting, concepting, managing ).

Tidak selalu pekerjaan itu berhubungan dengnan internet, dan bahkan banyak juga online freelance job yang bahkan tidak langsung berhubungan dengan pekerjaan yang menggunakan komputer. Namun, memang paling banyak adalah yang berkaitan dengan komputer dan internet, karena memang pekerjaan2 macam ini yang paling gampang di lihat dan diverifikasi hasilnya.

Yet, pada dasarnya asalkan kita bisa berbahasa Inggris ( bahasa yg paling banyak dipakai ), dan mempunya skill yang bisa kita tawarkan maka kita mempunya peluang untuk bekerja secara online. Termasuk manajerial, sekretaris, administrasi, dan pekerjaan2 operasional harian adalah hal yg biasa di outsource-kan.

Resiko dari online freelance ini hampir tidak ada, selain dari kenyataan pahit adalah tidak dibayar. Dengan syarat anda memang melakukannya secara legit, sesuai aturan yang berlaku, dan jujur ( honesty is always the best policy ). Dan tentu anda juga harus mengerjakan pekerjaan yang jujur, kalau ada orang yang menghire untuk membuat mass-spam, atau virus, atau membobol server orang lain tentu anda tidak boleh protes kalo suatu kali anda diketuk oleh bapak2 berseragam.

Jangan lupa, HAKI, hak dan kekayaan intelektual, amat sangat harus diperhatikan. Kasus paling sering adalah pemakaian karya orang yg tidak diperbolehkan, dan atau tanpa seijin yang empunya. Dus, terjadi pelanggaran hak cipta. Yang kayak gini bisa bikin anda kena kasus perdata, dituntut, etc dsb.

Jadi pada dasarnya asal anda melakukan sesuai aturan yang berlaku, taat lisensi, taat copyright, dan tidak mengerjakan hal-hal yang melanggar hukum maka anda aman. Dan tentang kepastian dapat bayaran, biasanya pemula di online freelancing lebih baik memulai lewat Freelance Market.

Di tiap online freelance market terdapat sistem yang diperuntukkan melindungi kedua belah pihak, memastikan Buyer (yg mau mencari Freelancer) bahwa pekerjaan selesai dengan baik, dan Freelancer mendapatkan uang hasil kerja kerasnya. Karena sebagaimana resiko freelance yang tidak dibayar, buyer juga seringkali harus membayar uang pangkal di depan yang ternyata setelah di DP freelancernya lari ga mau nyelesaiin pekerjaannya.

,,,,,,,

Where Am I?

You are currently browsing the Freelance category at Indonesian Web (User) Interface Designer.