Mengunggah ( upload ) foto ke Facebook
Dec 21
Tutorial facebook, foto, photo No Comments
work for nobody, work with everybody
Oct 26
Freelance freelancer, freelancer marketplace, market, situs, situs freelance 2 Comments
Sebuah artikel yang bagus di Ruang Freelance membahas tentang Frelance Market lebih detail. Jika anda telah membaca artikel saya yang lalu Peluang di Freelancer Marketplace , saya rekomendasikan membaca artikel berjudul Situs Freelance Online Bagi Calon Freelancer di RF. Artikel ini membahas 4 Freelance Market yang sering dipakai oleh para freelancer di RF ( Indonesian Freelancers ).
Selain 4 yang dibahas di artikel tersebut ada 2 lagi yang populer yaitu :
Saya sarankan anda untuk langsung ke websitenya dan mempelajari sendiri bagaimana cara kerja mereka ( itung-itung sebagai latihan
).
Sedikit sharing opini saya untuk para yang memulai freelancing,
Mulai dengan RentACoder (RAC) , alasannya adalah
Dan meskipun harga-harga proyek tergolong murah, namun harganya tidak se-rendah di Scriptlance atau GAF.
Di situs gratis lain spt GAF dan Scriptlance, selain harganya cukup rendah, buyer tidak diharuskan untuk menggunakan sistem escrow ( untuk detil tentang apa itu escrow sila baca disini ). Biasanya freelancer newbie sering terbujuk rayuan buyer nakal untuk tidak menggunakan escrow, dan mengerjakan proyek tanpa ada kepastian bakal dibayar ( kecuali janji seseorang yang bahkan anda belum kenal & ketemu secara real ). Alhasil banyak yang tertipu.
Tapi memang potongan di RAC cukup besar jika dibanding GAF atau Scriptlance. Potongan kecil dan sistem yang bagus bisa juga anda dapatkan secara gratis di situs spt GURU atau Elance, tapi karena pada dasarnya situs ini berbayar maka mereka akan sangat membatasi jumlah bid anda perbulan ( antara 5-8 bid), juga beberapa fasilitas lain akan dibatasi.
Sampai sekarang Freelance Market favorit saya adalah Odesk, namun odesk menggunakan sistem yang berbeda dengan Situs-situs yang lain. Mengenai sistem odesk akan saya bahas lebih detil di artikel yang lain. ( so stay tuned
)
Oct 06
Freelance freelance, freelance marketplace, job, peluang, work 6 Comments
Freelancer Marketplace ( atau kita singkat saja Freelance Market ), adalah website-website yang menjual jasa dengan memfasilitasi proyek-proyek yang dapat dikerjakan secara remote ( dan online ). Kegunaan utama Freelance Market adalah :
Freelancer dapat membuat proposal dan bid quote (tawaran lelang proyek ) pada project listing yang ada.
Jadi dengan freelance market, para klien dapat memastikan proyek mereka berjalan lancar dan selesai dengan baik. Sementara freelancer mempunyai kepastian bahwa mereka akan dibayar atas pekerjaan yang mereka lakukan ( tentu saja jika bermain sesuai aturan yang ada ).
Beberapa alasan kita menggunakan jasa Freelance Market ini sebagai semacam middle man dengan alasan-alasan sbb :
Bayangkan Freelance Market sebagai pasar yang menyediakan freelancer, jadi besar kemungkinannya bahwa klien akan menjadikan Freelance Market sebagai pemberhentian pertama kalo mencari jasa freelancer.
Posisikan anda sebagai buyer, misal anda mau memberi handphone, tentu anda akan lebih suka kalau mempunyai banyak pilihan bukan. Jadi alih-alih datang ke toko handphone kecil, banyak orang yang datang ke pusat penjualan handphone. Sama halnya dengan orang-orang yang mencari jasa freelance.
Biasanya selain tempat menampilkan project listing, Freelance Market juga memfasilitasi freelancer dengan profile page, resume, dan portfolio. Disini anda dapat menuliskan resume, mengupload portfolio, dan juga terdapat track record dari semua proyek yang telah anda kerjakan bersama rating dan komentar dari klien.
Selain posting project, biasanya calon klien juga akan melakukan browsing dan searching dalam mencari freelancer-freelancer yang mempunyai skill dan bakat yang mereka butuhkan. Artinya, profil anda mempunyai lebih banyak peluang untuk dilihat dan dibaca oleh calon klien.
Seperti telah saya tulis sebelumnya bahwa resiko jadi freelancer online adalah tidak dibayar (buyer lari sebelum membayar semua project fee). Dengan menggunakan freelance market anda sebagai freelancer mempunyai kenyamanan dan kepastian bahwa anda akan dibayar atas apa yang anda kerjakan, asalkan anda mengikuti aturan main mereka. Maka dari itu sebaiknya dibaca terlebih dahulu Term Of Service, Agreement, dan Peraturan-peraturan yang dimiliki oleh Freelance Market tempat anda bekerja.
Anda cukup bekerja dengan baik, urusan bayaran nanti Freelancer Market yang akan mengurusnya. Baca detail tentang metoda pembayaran pada bagian help di web yang bersangkutan.
Setelah sign up, mendaftar menjadi anggota mereka. Anda kemudian butuh untuk mengisi profile page anda ( workhistory, about , resume, dan portfolio ). Juga jangan lupa masukkan nama dan alamat lengkap dan detail yang lain pada metoda pembayaran.
Kemudian anda dapat memulai bidding pada project listing. Biasanya langkah-langkahnya adalah :
Keanggotaan dari freelance market yang saya sebutkan tadi adalah gratis, namun anda akan kena charge sekitar 10% dari keseluruhan biaya proyek, jadi pastikan anda juga menyertakan biaya ini dalam perhitungan proyek anda sebelum melakukan bidding. Anda dapat menemukan biaya ini dalam help atau TOS mereka.
Keanggotaan yang gratis biasanya mempunyai banyak batasan, misalnya anda hanya boleh melakukan bid yang terbatas (biasanya antara 5-20 perbulan), atau hanya boleh bidding pada proyek-proyek yang bernilai rendah, hanya boleh melakukan komunikasi via web freelance market dan tidak boleh memberi tahu alamat email, dsb.
Beberapa dari website diatas juga memberikan fasilitas paid membership, misalnya : Elance, Guru, GAF. Dengan menjadi anggota yang bayar anda mendapatkan potongan per proyek lebih sedikit, dan juga dapat melakukan lebih banyak bid, serta terdapat fasilitas-fasilitas lainnya (misal , profile dan skill anda searchable, anda dapat melakukan komunikasi diluar sistem mereka, etc ).
Kalau anda tidak mau mengambil resiko sebaiknya anda memulai sebagai member yang gratis terlebih dahulu, setelah anda mempunyai track record yang cukup dan mengerti aturan main ( baik yang tertulis maupun tidak ), atau dapat memastikan bahwa anda bisa mendapatkan profit yang lebih baik, baru dipertimbangkan untuk menjadi anggota berbayar.
Bacaan Selanjutnya :
Jul 04
Freelance business, freelancing, money, online, payment, payoneer, paypal, system, western union 2 Comments
Ok, anda sudah siap bekerja. Sudah punya skill, bisa bahasa inggris, ada koneksi internet dan tentu saja seperangkat komputer. Next question, bagaimana saya dibayar? atau gimana duit nya?

Sebelumnya perlu diperhatikan bahwa setiap layanan ini adalah legal dan tidak main-main. Seperti yang kita ketahui bahwa DUIT adalah hal yang sensitif, jadi kalau mau register dan menggunakannya gunakan Nama yang sebenarnya dan Alamat yang sebenarnya (Alamat yang bisa dibuktikan dengan tanda pengenal, apakah KTP atau SIM, atau yang lainnya.). Perhatikan juga saat apply ke service2 online yang berhubungan dengan pekerjaan freelance online ini, selalu gunakan nama dan alamat yang konsisten, demi untuk menghindari ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Kalau anda akan menggunakan Wire Transfer atau Paypal, atau yang lainnya yang berkaitan dengan akun Bank anda gunakan nama dan alamat yang sama dengan yang tertera pada Akun Bank anda. Kalau akun bank anda tidak sesuai dengan KTP anda yang berlaku segera update data diri anda di Bank anda tersebut. (actually these was goes without saying.)
Ada beberapa cara bagaimana bayaran sampai ketangan kita, (saya list yg paling sering dipakai saja ya) :
Setiap layanan ini mempunyai batasan dan kelebihan sendiri-sendiri, aku sarankan anda mengklik satu persatu link tersebut dan mulai membaca feature dan TOS nya.
1. Hanya bermodal KTP, menggunakan Western Union.
WU, adalah solusi cepat dan paling minimal. Asal anda punya KTP yang valid, anda bisa minta ditransfer menggunakan WU (freelanec market seperti Rentacoder mempunyai pilihan untuk mentransfer hasil kerjaan dengan WU). Setelah sampai, anda dapat mencairkan lewat outlet-outlet WU yang ada (misal lewat bank Mandiri, atau bank BRI .. dan masih banyak outlet WU yang lain).
Namun sebaiknya hanya gunakan WU kalau anda sangat kepepet banget, soalnya feenya besar sekali 8% dari total kiriman.
Prosesnya kurang lebih seperti berikut :
Pengiriman lewat WU ini hanya membutuhkan waktu sehari, namun WU men-’charge’ cukup besar untuk sekali transaksi yaitu 8%.
Misal kasusnya biaya kirim di deduksi dari project fee, contoh nya nilai project 500$, yang anda terima adalah 500-8% = 500-40 = 460$. Yap, untuk 500$ biaya yang dikenai sebesar 40$ ( -+ 360rb ). Cukup besar, jadi kalau anda mempunyai alternatif yang lain untuk dapat menerima bayaran maka sebaiknya tidak menggunakan WU.
Sebenarnya dapat pula kita masukkan 8% ini kedalam biaya project, namun bisa jadi anda akan kalah bersaing dengan Freelancer lain yang dapat menawarkan harga yang lebih murah.
Dan kalo ga kita jelaskan ke klien ( dalam kasus kita lsg berhadap2 an dg klien dan bukan lewat freelance market ), bisa jadi klien berasumsi bahwa dia yg menanggung biaya pengiriman ( diluar biaya proyek), dan bisa jadi dia keberatan. Jadi sebaiknya diobrolin secara jelas dengan klien kalau mau menggunakan WU (apakah biaya kirim termasuk ke fee project, atau fifty-fifty, atau gimana jelasnya.)
untuk lebih lengkapnya bisa dicek ke web western union
2. Cek
Cek dikirim melalui post, lama pengiriman tergantung jasa postal yang anda pakai. Bisa berkisar dari 2-3 hari sampai 2-3 minggu. Jasa postal yang dapat dipakai beragam, mulai dari FedEx, sampai Snail Mail (ini yg paling lama). Tentu saja kecepatan dan pemilihan pemakaian jasa postal ini akan berpengaruh ke Cost transfernya. Kalau mau cepat anda bayar sedikit lebih mahal.
Aku belum pernah menggunakan Metode Ini, hanya BananaTalk pernah dapet cek dari Text-Link-Ads, dan kira-kira 1-2 minggu dari jatuh tempo (dengan biaya nol alias gratis)
3. Paypal
Mulai akhir tahun kemarin penduduk Indonesia sudah dapat menerima uang menggunakan Paypal. Beberapa saat yang lalu saya dapat info bahwa kita dapat register ke paypal dengan menggunakan kartu debit dari Bank Niaga (karena bank niaga kartu debitnya berlogo visa electron), namun belakangan sepertinya sudah tidak bisa lagi.
Untuk registrasi paypal anda membutuhkan kartu kredit, atau prepaid creditcard juga bisa (saya menggunakan payoneer waktu registrasi paypal). Kalo ga salah inget untuk registrasi biayanya sekitar 2$an, tapi ini sekedar buat verifikasi saja nanti dikembalikan.
Dengan paypal kita cukup memberi tahukan alamat email kita (yg sudah diregistrasikan ke paypal, kalogasalah bisa sampai 5 alamat email). Nanti kita akan terima notifikasi via email kalo sudah ada transferan yang masuk.
Enaknya paypal adalah banyak web2 commerce yg support metode pembayaran ini, jadi kita bisa enak belanja disana. Dan sejak akhir tahun lalu dari paypal juga uang bisa ditarik ke bank kita di Indonesia.
Selengkapnya sila ke paypal
4. Transfer
Maksudnya ini adalah transfer antar bank.
Yang harus kita siapkan dan kita informasikan ke client adalah :
Fee untuk pengiriman aku gak tahu karena belum pernah pake metode ini.
Prepaid credit card yg saya tahu ada 2 yg sering dipakai yaitu :
Prepaid creditcard ini gampangnya semacam debitcard tapi ada labelnya mastercard atau visa. Dan dengan itu anda bisa mengambil uang, belanja, atau melakukan transaksi online dimana sang penyedia kartu (mastercard, atau visa) disupport oleh web yang bersangkutan. Tapi ingat ini debit card, jadi kalau tidak ada isinya ya ga bisa buat belanja
( kalau anda anggota dari kartu ybs anda bisa login ke web ybs utk ngecek info akun )
Mula-mulanya seperti ini, misalkan anda belum punya kartu prepaid ini. Anda nanti informasikan ke klien anda mau pake yang mana Payoneer atau Ikobo. Nanti client anda akan ke web yg bersangkutan kemudian melakukan pengiriman uang (biasanya mereka pake kartu kredit), setelah klien anda melakukan pengiriman uang nanti kartu akan dikirimkan ke anda.
Kalau sudah punya kartunya atau sudah menjadi member, anda cukup memberikan alamat email yg dipakai sbg user disitus ybs.
Jadi, anda harus memberikan Nama dan Alamat yang lengkap kepada klien anda sebelum anda meminta dia untuk mengirim uang.
Ada pula beberapa Freelance market yang sudah bekerja sama dengan penyedia layanan prepaid cc ini.Misalnya :Odesk dan Elance. Di odesk atau elance anda dapat memilih untuk mendapatkan bayaran melalui Payoneer. Setelah anda dapat bayaran utk yg pertama kalinya anda akan dikirmkan kartu payoneer ke alamat anda.
—–
Sebenarnya ada beberapa lagi metoda pembayaran yang lain spt moneybooker, juga e-gold. Namun saya tidak pernah memakai metode2 tsb dan kurang mengerti info2 mengenainya. Kalau mau silakan membacanya disini :
Jun 06
Freelance freelance, galeri, online, pekerjaan, portfolio, presence, resume 2 Comments

Identitas, kira-kira seperti itulah. Kalau di dunia nyata kita mempunyai KTP atau kartu identitas lainnya, sebagai freelancer (terutama Online Freelancer), kita juga harus mempunyai Identitas Online.
Email saja tentu tidak cukup. Email akan berfungsi sebagai media komunikasi anda dengan klien. Yang lebih jelas lagi, (calon) klien perlu mempunyai referensi dan info tentang anda. Yang pada akhirnya dapat membuat mereka yakin/mantap untuk menggunakan jasa anda sebagai Freelancer. Untuk itu setiap Online Freelancer harus mempunyai apa yang disebut Online Presence ( ‘keberadaan/kehadiran’ online ).
Ini dapat berbentuk apa saja, mulai sekedar profil anda di Friendster, atau Facebook (atau multiply atau myspace, etc ), sampai ke sebuah web personal. Namun, tentu profil Friendster atau Facebook tidak terlalu convincing untuk dipakai sebagai profil dalam bidang profesional. Jadi anda akan membutuhkan presence yang lebih menjual, lebih professional, dan lebih meyakinkan. Anda dapat mencari layanan gratis yang memungkinkan anda untuk memajang profil anda secara online, atau-pun kalau anda cukup serius dan dapat menyisihkan budget untuk hal ini anda dapat membangun web personal yang berisi profile anda sebagai profesional online freelancer.
Sebenarnya anda dapat dan boleh mengisi profil anda dengan apa saja, asal tidak melanggar kode etik dan hukum. Namun, dalam dunia profesional berikut adalah yang diharapkan ada pada online presence anda : resume dan atau portfolio.
Gampangnya, Resume adalah daftar singkat riwayat anda sebagai profesional. Resume yang baik akan berisi tentang :
Salah satu website yg menyediakan layanan resume adalah LinkedIn. Setelah mendaftar anda akan mempunyai sebuah profile dan resume yang dapat diakses secara online. Kemudian dengan profile anda tsb anda bisa membuat network orang-orang yang pernah bekerja dengan anda. Mendapatkan referensi, rekomendasi, dan endorsement. Jadi kalau ada pengguna LinkedIn yang sedang mencari professional dan melakukan search-ing lewat linkedin, dia akan dapat melihat resume anda, dan kalau resume anda cukup bagus, sangat mungkin anda akan dikontak ditawari pekerjaan.
Resume berbeda dengan CV (Curriculum Vitae), sejauh yg saya tahu CV digunakan kalau anda mau apply atau mendaftar ke pendidikan yang lebih lanjut. CV akan berisi dan menekankan riwayat hidup akademik. Pada CV anda dapat mengisikan secara lengkap riwayat pendidikan anda dan segala aktifitas atau prestasi yang berurusan dengan pendidikan anda, dsb.
Sedangkan resume lebih berfungsi untuk ‘menjual’ anda sebagai seorang profesional. So, anda harus berfikir kira-kira apa yang ingin diketahui oleh calon customer/klien anda sehingga dia mantap untuk mempekerjakan anda.
Beda resume, beda CV, beda pula portfolio. Dan portfolio yang kita bicarakan disini BUKAN istilah portofolio yang dipakai di dunia saham.
Portfolio yang saya maksudkan adalah lembar atau halaman web yang berisi hasil pekerjaan yang terbaik yang pernah anda kerjakan. Dalam kasus web design, anda dapat menampilkan karya-karya terbaik anda dalam mendesain web. Hasil kerjaan yang mendapatkan komentar bagus dan acungan jempol dari manajer tim atau klien anda.
Jadi sebaiknya dibatasi jumlahnya, calon klien anda tidak akan punya banyak waktu untuk melihat semua hasil kerja anda yg telah lalu. Hanya pilih best of the best, dari karya-karya anda. Sertakan komentar dari klien atau tim leader waktu itu, yang kira-kira bisa mendongkrak kepercayaan klien anda akan kemampuan yang anda miliki.
Jika anda tidak punya web personal, anda dapat menggunakan beberapa web yang menyediakan online portfolio secara gratis. Antara lain :
Ada banyak lagi yang lain silakan dicoba search di google.
Biasanya saat anda mendaftarkan diri ke freelance market, terdapat fasilitas dimana anda dapat mengisikan profil, resume, dan portfolio anda. Namun ini biasanya cukup terbatas. Tentang ini akan aku bahas nanti saat ngobrolin tentang freelance market.
Keuntungan membuat website personal adalah anda dapat mengontrol sendiri apa yang akan anda tampilkan, juga tidak ada batasan berapa karya yang dapat anda tampilkan. Juga website tersebut dapat menjadi salah satu karakter dan ciri khas anda, membuat brand image yang dapat selalu diingat oleh calon klien anda. Juga paling berkesan sebagai profesional. Dengan mempunyai web sendiri (apalagi kalo anda freelance dalam bidang web atau web design) calon klien akan mempunyai kesan bahwa anda serius dan profesional dalam bidang kerja anda.
Tentu saja hal tersebut harus dibayar dengan : harga hosting dan domain, juga waktu dan tenaga yg harus anda sisihkan untuk membuat dan maintenance web tsb.
Ada banyak perbedaan dari sever lokal dan server luar negeri, namun yang penting adalah sbb :
Untuk dapat register ke server luar anda minimal harus punya Kartu Kredit atau akun Paypal. Atau kalo mau sedikit repot anda juga bisa transfer atau kirim cek namun saya tidak tau biaya tambahan dari model transaksi tsb brp.
So, mau server lokal atau luar sebaiknya ditimbang-timbang terlebih dahulu dengan baik